Monday, May 4, 2015

Training for Youth Friendly Sexual and Reproductive Health Services for Physicians in Private Practice in DIY, 2013

From the 28th-31st of October 2013, the Angsamerah Institution conducted a training for physicians in the private sector in DIY with the topic “Friendly Sexual & Reproductive Health Services for Adolescents for Physicians in Private Sector in DIY”.

The training has been developed and conducted at the request of United Nations Population Fund (UNFPA), with the overall objectives to improve the knowledge and skills of physicians in the private sector to be able to provide a friendly, good quality and comprehensive of reproductive health care services to adolescents.


The training was delivered as a joint collaboration. Both the teams from PKBI and Happy Land Hospital contributed as speakers, endorsed by the Provincial Health Office DIY and the Indonesian Medical Association, with technical guidance and financial support were provided by UNFPA.

More to read about the training report

Words from the participants about the training





Dr. Luci

"The training was fun, not boring and enjoyable till the end of the session. The facilitators are pretty and cool, down to earth, and do no patronize…"













Dr. Endar
"It refreshed my knowledge, gave new experiences and perspective on how to understand the patient’s needs, especially for the adolescents who have problem related to reproductive and sexual health"












 Dr. Diah
"It was a relaxed training, not boring and it met with the training objectives, training was interactive, not only sitting still and listening but also role playing and we learned about our weaknesses."












Dr. Danang
"Not boring, it applied various interactive methods between participants and facilitators, and the training gave new knowledge and skills. The role-playing enhanced our communication skills, as we learned about our weaknesses and learned how to communicate well with adolescents and we also gaide the skill to ask questions promptly, because doctors often forget about this.

Also, this training gave us new insights of knowing better about the adolescent, as well as learning how to communicate with them better. The training has been extremely useful"






Dr. Suharno
“Good and role-pay exercises was great….”














Dr. M. Nurhadi Rahman, SpOG
“… Superb, this should be done more often, the subject is ok and refreshing, unfortunately time availability of the participants attendance is quite difficult, may be next time, should be done outside of the town and make it for two days full class till night ….. ”












Dr. Evita
“It was fun and refreshing. Also I learned many new things about adolescents in particularly related to reproductive health. Thank you for the opportunity to attend this training….”






Sunday, May 3, 2015

Pelatihan Keterampilan Komunikasi (Soft & Hard Skills) Dukungan AIP-EID, DFAT (Agustus-Desember 2015)

In House Training 
Kementrian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Badan Karantina Pertanian Indonesia
Dukungan The Australia Indonesia Partnership for Emerging Infectious Diseases (AIP-EID) 

PESERTA BICARA

 “Pelatihan yang dilakukan secara keseluruhan memiliki metode yang unik dan menarik, sehingga saya sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang di fasilitasi oleh Angsamerah”

“Penempatan materi dalam setiap tahap, menurut saya sangat baik karena materi pembentukan karakter dilakukan diawal sehingga membuat saya semangat mengikuti materi-materi selanjutnya”

“Harapannya saya ada materi-materi soft skill lain seperti stress management, keterampilan negosiasi yang bisa kita dapat lagi dari Angsamerah”

“Pelatihan ini sangat baik jika di berikan pada pihak-pihak lain di Kementan terutama pada eselon yang lebih tinggi”

“Setelah mengikuti pelatihan tahap satu dan dua saya menerapkan apa yang diberikan dalam pelatihan kemaren termasuk untuk anak-anak saya”.

“Saya lebih positive berfikir dan lebih produktif setelah mengikuti pelatihan tahap satu dan dua”

“Secara keseluruhan pelaksanaan pelatihan sangat baik tidak membosankan dan selalu membuat semangat, hanya perlu manajemen waktu lebih baik karena masih ada waktu yang molor”




Saturday, May 2, 2015

Klinik Yayasan Angsamerah: A Safe Space for Youth and their Sexual and Reproductive Health Needs

Klinik Yayasan Angsamerah has been successful in attracting a large number of young clients, who value the private clinic environment and the staff’s friendly, professional and non-judgmental attitude towards young people, who are sexually active.

The graphic below provides an overview of the age distribution of new patients undergoing HCT (n = 592) at the clinic since the opening of the clinic (mid-July 2013 – March 2015). Youth between the ages of 15-24 make up almost 40% of all patients.



HIV prevalence is highest within the 25-34 age group with 17.2% infected, but patients from the youngest age group are almost equally as likely to be infected (15.1%). This high prevalence among young patients (mostly young MSM), who have been sexually active for a couple of years at the most, is very concerning.

A majority of new youth patients are MSM (65.9%). The bulk of new HIV infections occurs within this group, with 20.3% of young MSM undergoing HCT at Klinik Yayasan Angsamerah found to be HIV positive. The second largest key affected population group are ‘Other Vulnerable Populations’ (OVPs), making up more than a fifth of new HCT patients. Roughly 4% of OVP patients have tested HIV positive. The third largest group are FSWs, making up 10.7% youth patients. HIV prevalence among these young FSWs stood at 4%. Small numbers of young IDUs and transgender people (waria) have also accessed the clinic for HCT service, as can be seen in the graphic below.


Thursday, April 23, 2015

Can Angsamerah Clinic Models be replicated, copied and/or modified?

YES YOU CAN!
• Private practice or clinic model for big cities with large middle class
• Commitment and good planning
• Doctors’ investment
• In Partnership with Angsamerah you will get:
→ lessons learned
→ lower cost
→ less time
What make Angsamerah clinics special?
Are you interested to have partnership with Angsamerah? Contact us


Wednesday, April 22, 2015

What makes Angsamerah Clinics special?

• High quality
• Friendly and professional staff
• Privacy
• One-stop-service
• Long consultation time with doctor
• Short waiting time (efficiency)
• Modern and unconventional interior
• Provision of Antiretroviral therapy (ART)


Klinik Yayasan Angsamerah

Jl. Panglima Polim Raya no. 6K, Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


Services by Appointment - 
Call us +62 21 724 76 76 or 0812 9056 4940

Angsamerah Clinic at Blora Menteng

Gedung Graha Media, 2fl Jl. Blora No 8, Menteng, Jakarta Pusat

Services by Appointment - 
Call us +62 21 391 51 89 or 0856 8445 709 (SMS/whatsapp)

Angsamerah clinics can be replicated!!


Monday, April 13, 2015

Yang Muda Yang Berkarya... NOT JUST Talk and Sekedar Nongkrong... Salut untuk Dialog Muda!!!

Inez Kristanti, youth manager Klinik Yayasan Angsamerah, dipercaya menjadi salah satu juri nasional dalam narrative contest yang diselenggarakan oleh Global Dialogues, atau yang di Indonesia dikenal sebagai Dialog Muda.
Dari tim juri yang terdiri dari 28 orang yang berpengaruh di bidangnya masing-masing, akan dipilih beberapa pemenang dan salah satu karya akan diangkat menjadi film oleh sineas muda dan berbakat Indonesia (film-film yang diproduksi pada tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat di sini:www.youtube.com/globaldialogues).
Lebih lengkap tentang Global Dialogues: http://globaldialogues.org/






Friday, March 13, 2015

Healthy Lifestyle with MNC TV Indovision Channel 86 and Dr Nurlan Silitonga at Angsamerah Clinic

"Kami peduli & sadar akan kesehatan kini dan masa depan. Maka dari itu kami berani untuk cek HIV sejak dini. Bagaimana dgn anda?? FADI Syahid Fadilah and CREW MNC TV Healthy Lifestyle - Indovision Channel 86 at Angsamerah Clinic12 March 2015. Rencana tayang hari Kamis 19 March 2015.


Friday, March 6, 2015

Special Offer at Klinik Yayasan Angsamerah this March

Sudahkah anda update status kesehatan anda akhir-akhir ini?

Cek up kesehatan secara rutin, semudah anda mengupdate status online dengan penawaran berkala dari Klinik Yayasan Angsamerah.
Click here


Thursday, March 5, 2015

Mentoring Klinis dan Manajemen Pengelolaan Usaha Layanan Kesehatan Klinik Swasta, di Klinik YKB



Klinik YKB Jakarta Utara adalah sebuah klinik swasta dengan kepedulian sosial yang tinggi untuk masyarakat. Kontribusi keberadaan klinik untuk masyarakat umum di daerah Tanjung Priok yang sudah berlangsung bertahun-tahun sangat menginspirasi. Melalui dana hibah dukungan projek SUMII-USAID, mentoring yang dilakukan oleh Tim Angsamerah berangkat dari kebutuhan YKB dan disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki Angsamerah. 

Dalam proses mentoring kedua tim mendapatkan banyak pembelajaran yang berarti. Kegiatan mentoring yang dilakukan tidak terfokus pada aspek klinis saja tetapi menyeluruh, meliputi elemen lainnya seperti; pelayanan yang berorientasi kebutuhan pasien, kebutuhan motivasi kerja karyawan terkait "reward" dan linkungan kerja yang meningkatkan produktifitas kerja, pengelolaan manajemen klinik untuk mampu tumbuh sehat, dan bila memungkinkan termasuk aspek marketingpun turut diperhatikan. 

Kegiatan mentoring yang berlangsung selama dua hari di tanggal 29 dan 30 Desember 2015, dibimbing oleh dr. Lamsaria Siburian dan merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sevelumnya; Study Tour, lokakarya dan mentoring refreshing tim kerja yang berorientasi hasil. Selama dua hari, mentoring di fokuskan pada verifikasi dan "reorganizing" jenis pelayanan klinik, legalitas, SDM, sarana prasarana, data pasien, obat-obatan yang ada, sistim informasi, standard operation procedure, rujukan, dan sistim yang lainnya. Mentoring selanjutnya difokuskan pada potensi Klinik YKB menjadi Klinik satelit layanan ART.

Klinik YKB is amazing, we are so inspired with their dedicated team. 


ENERGY POSITIVE; Klinik Keluarga Kita, YKIB, Yayasan Embun Pelangi and Angsamerah, BATAM 4-5 Februari 2015









Mentoring potensi Klinik YKB Jakarta Utara untuk menyediakan terapi ARV (ART)

Memperluas kemudahan mengakses layanan terapi antiretroviral (ART) bagi masyarakat merupakan program nasional yang terus giat diupayakan oleh pemerintah dan didukung banyak pihak. Sebagai salah satu upaya mendukung program ini, dana hibah USAID melalui SUMII, mempercayakan Angsamerah untuk memberikan dukungan teknis pada beberapa Klinik Mitra project SUMII, salah satunya adalah Klinik YKB (Yayasan Kusuma Buana) yang berlokasi di Jakarta Utara. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan mentoring ke lapangan yang ke 3 kali ke Klinik YKB, sebelumnya adalah kegiatan mentoring terkait; refreshing tim untuk karakter positif beorientasi hasil dan kerja tim, mentoring klinis dan manajemen. Mentoring terakhir adalah kegiatan mentoring yang dikhususkan pada potensi Klinik YKB menjadi provider ART, kegiatan dibimbing oleh Dr. Sri Pandam Pulungsih dan Felix Neuenschwander. 

Kegiatan terselenggara pada tanggal 25 Ferbuari 2015, dimana kegiatan diawali dengan diskusi intensif antara tim inti YKB, yang kemudian siang harinya dilanjutkan dengan diskusi bersama para tim dari institusi terkait lainnya di Jakarta Utara; Sundikes, Puskemas Kebon Bawang, RS Koja, RS Penyakit Infeksi-SS (RSPI-SS), Sudin Pariwisata dan Kebudayaan, dan KPAK Jakarta Utara.

Diskusi berlangsung produktif dengan beberapa rekomendasi follow up penting, yang intinya semua pihak sangat mendukung YKB menyediakan ART. Dr Adria Rusli dari RSPI-SS, bahkan menyatakan kesediaannya untuk memberikan bimbingan ke klinik dan juga menerima magang staf klinik ke RSPI-SS terutama dalam mengawali layanan PDP.  RSPI-SS merupakan RS induk untuk layanan ART yang saat ini tersedia di dua klinik Angsamerah yang berlokasi di Blora Menteng dan Panglima Polim. Saat ini dr Adria Rusli, tengah mengupayakan agar Angsamerah Klinik tidak lagi hanya menjadi satelit untuk layanan ART tetapi menjadi menjadi Klinik Utama/Rujukan ART. Intensitas follow up dari diskusi ini menjadi sangat penting untuk merealisasikan harapan Klinik YKB menjadi Klinik Satelit layanan ART.


Saturday, February 28, 2015

KETERBATASAN TIDAK MEMBUAT MEREKA MENYERAH











They are so amazing!!!
Every moment that we spent to meet and connect is so precious, and fun.

ENGLISH TRANSLATION

Siapa mereka?

Mereka adalah para tim dari 6 klinik Mitra Pelaksana Proyek SUMII yang di danai oleh dana hibah USAID. Ke 6 klinik tersebut tersebar di 6 kota dari Barat hingga Timur negeri kita: Klinik YKB Jakarta Utara, Klinik Gang Sadar LPPSLH Purwokerto, Klinik Griya ASA Semarang, Klinik Keluarga Kita, Batam, Klinik Wisma Terpadu Cendrawasih, Jayapura dan Klinik Kalvari Wamena.

Tim Angsamerah sangat beruntung berkesempatan berkenalan dan bekerja bersama mereka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, serta melihat langsung hasilnya. Bahkan ketika kemitraan proyek usai, kita sepakat untuk terus bersemangat melanjutkan mimpi-mimpi kita, dan berjanji untuk saling mengingatkan dan mendukung untuk mewujudkannya.

Kerjasama Angsamerah dengan mereka secara resmi berawal dari kemitraan antara Angsamerah dan USAID melalui proyek SUMII. Dalam proyek ini, tim dari SUMII mengapresiasi kompetensi Institusi Angsamerah dan mempercayakan kami menjadi salah satu institusi lokal yang dianggap mumpuni memberikan bimbingan teknis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang optimal, termasuk di dalamnya layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif dan berkelanjutan, serta layanan pencegahan, perawatan HIV dan pengobatan antiretroviral (ART) di klinik swasta untuk kelompok populasi kunci. Bagi Angsamerah, sungguh menggembirakan mendapatkan kesempatan seperti ini.

Mengapa mereka dapat dikatakan AMAZING?

Karena sangat menginspirasi menyaksikan dedikasi kerja yang mereka tunjukkan untuk terus bertahan mengupayakan layanan kesehatan yang terbaik dengan segala kesulitan yang mereka hadapi.

Menyaksikan betapa beratnya tantangan yang harus mereka hadapi, ketika ekspektasi layanan kesehatan nan prima dan humanis di masyarakat begitu besar, sementara ketersediaan faktor pendukung pelayanan kesehatan untuk memenuhi ekspetasi tersebut tidak demikian mudahnya ditemukan.

Angsamerah melihat sendiri meskipun tertatih tatih, semangat mereka tidak luntur dan mereka memilki tim yang kompak. Sambil menerima bantuan teknis dari Angsamerah, layanan masih tetap mereka upayakan berjalan, penuh harapan untuk mencapai yang terbaik.

Setelah bimbingan teknis selesai dan dukungan dari SUMII USAID berakhir di akhir Februari 2015, kami yakin layanan mereka ini akan terus melaju, bahkan berlipat menjadi lebih baik lagi. Terlebih lagi setelah adanya penyegaran lewat proses ini dan mereka tahu mereka memiliki sahabat dan jejaring institusi lain yang siap mendukung.

Ekspetasi layanan kesehatan berkualitas, ramah dan terjangkau dan upaya pemenuhannya, mudah atau sulit ya? 

Kita terbiasa penuh percaya diri dan mudah menetapkan goal atau ekspetasi layanan kesehatan yang berkualitas. “Layanan yang berkualitas itu harusnya begini, atau begitu” Ini adalah hal yang baik, sayangnya seringkali kita belum cukup seimbang memperhatikan bahwa dalam realita pemenuhan ekspetasi tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi bila hanya melihatnya secara makro dan sepintas. Pemenuhan tersebut sangat dipengaruhi keberadaan faktor pendukung lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan keseharian, khususnya di layanan kesehatan primer sektor swasta. 

Dari pengalaman Angsamerah dalam beberapa tahun berupaya menyediakan layanan “Klinik Impian” yaitu suatu Klinik kesehatan primer paripurna, berkualitas di sektor swasta dengan biaya terjangkau dan juga tidak membuat kami merugi secara ekonomis, kami belajar bahwa upaya tersebut ternyata tidak mudah.

Ketika berbicara upaya memiliki layanan klinik impian, kami di Angsamerah belajar bahwa tantangannya tidak hanya dari aspek klinis tetapi juga elemen non-medis lainnya seperti; pemenuhan kebutuhan klien akan layanan yang ramah, memiliki pekerja yang penuh motivasi dan profesional, keahlian manajemen yang efisien dan efektif termasuk strategi isu marketing, dan masih banyak faktor lainnya.

Selain kompleksitas dalam mengelola berbagai macam elemen penting tersebut, untuk dapat memiliki bisnis usaha layanan kesehatan primer yang sehat, penyedia layanan kesehatan di sektor swasta pun harus menghadapi tantangan besar lain yang umum dijumpai yaitu kemampuan memiliki modal investasi yang mandiri untuk membiayai; a) proses desain pengembangan bisnis, b) inisiasi, c) pemeliharaan kendali mutu kualitas yang terus diperlukan, d) membuat rencana pertumbuhan usaha di masa mendatang dan mendapatkan investasi pembiyaannya.

Kesemuanya tersebut membuat pembiayaan kesehatan di sektor swasta menjadi mahal untuk dapat dengan mudah disediakan dan dikelola oleh sebagian orang, profesional, pemerhati kesehatan, atau seorang tenaga kesehatan yang mungkin berminat memiliki usaha praktek pribadi atau/dan klinik primer yang sehat, dimana sehat disini diartikan sebagai suatu usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomis bagi penyedia namun bermanfaat juga secara sosial untuk masyarakat luas.

Dalam upaya untuk bertahan, kadang banyak kompromi yang dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan, termasuk kompromi terhadap kualitas klinis menjadi taruhannya. Bila ini terjadi, maka layanan kesehatan yang adapun menjadi sakit.

Namun demikian, dari pembelajaran di lapangan setiap hari, dan melalui proses identifikasi beserta pemutusan masalahnya, Angsamerah mendapatkan pembelajaran menemukan cara-cara strategis yang bisa dilakukan untuk meminalkan pengeluaran kebutuhan biaya secara rasional dengan tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas.

Pembelajaran pengalaman dari Angsamerah sendiri pun membutuhkan investasi yang cukup mahal dan memakan waktu. Namun demikian kami belajar bahwa semua ini bisa dihindari atau diminimalkan, sehingga tidak perlu harus dialami oleh seseorang atau kelompok yang ingin membuka usaha praktek pribadi dan klinik primer swasta secara mandiri nan sehat.

We don’t want to give up, kami terus berupaya mencari jalan untuk bisa menyediakannya, karena kami mempercayai misi dari pekerjaan yang dilakukan bermanfaat untuk banyak orang, dan setiap kali satu pekerjaan atau misi terselesaikan kami merasa senang. Kami di Angsamerah percaya hal ini juga yang menjadi penggerak utama yang membuat para sahabat di 6 klinik tersebut mampu terus berjuang tanpa mengenal lelah.

Angsamerah berharap, para sahabat pemerhati kesehatan lainnya melihat Angsamerah menjadi salah satu mitra, atau/dan tim dan bagian dari jejaring mereka untuk berkarya bersama memperluas layanan kesehatan primer berkualitas, ramah dan terjangkau di sektor swasta, khususnya di layanan kesehatan seksualitas, HIV dan drugs di Indonesia.  

3 Bulan kemitraan dengan mereka adalah suatu pengalaman yang sangat berharga, mengapa? 

Karena kita belajar bersama, beraksi sesuai dengan kekhususan dan sumber daya yang kita miliki. Semua saling menunjukkan hasil dan memberikan semangat tepuk tangan apresiasi, serta saling membantu bekerja secara tim. Berbagai elemen kunci terjalin secara sinergis. TOTALLY AWESOME!!! Terlebih lagi, kami dapat berbagi mimpi dan saling mendukung untuk bisa menjadikannya. Sebuah draft mimpi yang diwujudkan dalam bentuk business plan-pun terlahirkan dari setiap klinik ikut berbagi mimpi di Angsamerah. 

Sesuatu yang sangat berarti bagi Tim Angsamerah ketika menyimak mereka dengan bangga menyampaikan mimpi mereka. 

Dream is a powerful resource to start with. 
It’s inside of each of us. 
No one can steal it, we just have to find and say it loud. 

The Magic Number 7 and 3
Tujuh Pembelajaran Berharga dalam Tiga Bulan: 

1. We are not ALONE. Ternyata ada orang-orang yang peduli dan tetap terus berjuang bertahan meskipun dengan segala keterbatasannya berupaya memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Yang pasti kami bertujuh memiliki ikatan, dengan harapan ikatan ini terus berkembang merembas, menyentuh dan menggerakkan klinik lain ataupun profesional dan masyarakat umum lainnya.

2. Dana hibah bilateral project bisa sangat bermanfaat menjadi dana pengungkit pembangunan institusi lokal kearah kemandirian, dan pendorong untuk melahirkan semangat berpikir secara inovatif dan berkontribusi mengikis segala elemen yang membuat sesorang bekerja seperti robot. Contohnya proyek seperti SUMII, USAID yang memberikan kesempatan suatu pimpinan institusi lokal mendisain dan bertanggung jawab dalam menyumbangkan keahlian mereka. Semoga saja, pendekatan seperti yang dilakukan SUMII ke Angsamerah bisa kemudian lebih luas diperkenalkan untuk proyek bilateral mendatang.

3. Strategi kemitraan, yang terbangun atas azas keluaran “OUTPUT yang WIN-WIN, sama sama untung” untuk semua pihak, tidak hanya untuk kepentingan kelompok atau institusi tertentu, terefleksikan dengan baik selama pengalaman tiga bulan ini. Istilah tersebut saya kutip dari bapak Marcell dari Klinik Kalvari, Wamena, yang dilontarkan di acara lokakarya evaluasi, Februari 2015.

4. Keterbatasan dana dan waktu yang tersedia untuk dukungan kegiatan bimbingan teknis menjadi mencair dan tidak lagi menjadi penghalang utama ketika ketiga elemen diatas diterapkan. Secara keseluruhan semuanya tetap produktif dan fun.

5. Materi bimbingan teknis yang menyeluruh tidak hanya terpaku pada isu klinis atau program kesehatan masyarakat semata namun menyentuh area lain secara berimbang, seperti berikut;
  • Memotivasi mitra atau menunjukkan langsung cara atau solusi praktis untuk melakukan sesuatu yang sederhana dan positif hari ini dengan sumber daya yang ada. Hal ini merupakan suatu keluaran yang sangat signifikan memotivasi tim untuk terus berjuang dengan penuh semangat ke arah kegiatan-kegiatan dan rencana yang lebih besar lagi, termasuk di dalamnya kelahiran keberanian berpikir inovatif. Melalui cara ini kita bisa langsung merasakan dan melihat dampaknya. 
  • Bentuk relasi, komunikasi serta koordinasi antara pembimbing dan mitra di lapangan yang sistematis, konsisten serta terevaluasi. 
  • Dokumentasi kegiatan yang aktif di promosikan dalam berbagai media sosial memberikan dampak yang melipatgandakan semangat dan penguatan kerja kemitraan setiap tim yang terlibat. 
6. Pendekatan bimbingan dengan menggunakan berbagai cara secara strategis menginspirasi mitra dalam menetapkan keluaran dan bagaimana mencapainya. Berikut berbagai jenis bentuk kegiatan mentoring yang diberikan;
  • Melihat langsung contoh sistem yang berjalan. 
  • Pengayaan di dalam kelas yang mencakup materi dari aspek klinis sampai dengan non medis. 
  • Bentuk kesepakatan keluaran win-win yang akan dihasilkan dari rencana kegiatan antara tim Angsamerah dan tim klinik, yang memberi ruang pada penetapan prioritas bentuk dukungan diarahkan sesuai kebutuhan penerima/mitra. 
  • Bentuk bimbingan teknis komprehensif yang dilanjuti langsung ke lapangan/ke klinik dengan variasi dari penguatan tim karakter berorietasi hasil, pengetahuan dan kompetensi medis, sampai dengan manajemen, dan pengelolaan bisnis yang sehat. 
  • Adanya mekanisme promosi profil individu, institusi, dan rencana goal/impian mereka ke depan, termasuk memperluas jejaring semua mitra yang terlibat.
7. Keterlibatan profesional dari mitra kunci yang relevan dan berkompeten serta mampu membangun semangat kemitraan yang bersifat konstruktif berdampak lebih mengoptimalkan hasil dari kegiatan bimbingan teknis yang sudah berlangsung. Kehadiran para mitra kunci yang profesional tersebut meningkatkan motivasi para tim yang terlibat, dan membuka jalan lebih baik lagi dalam menemukan peluang yang lebih baik. Keterlibatan profesional ini terpenuhi melalui lokakarya evaluasi, di mana pada hari pertama setiap klinik mempresentasikan progres kegiatan yang mereka hasilkan, khususnya perubahan situasi di klinik sebelum dan sesudah mentoring, termasuk pembekalan apa saja yang mereka terima dan bagaimana bimbingan ini bermanfaat untuk sahabat dalam mengelola Klinik mereka. Selain diskusi, peserta dibantu mempersiapkan mempresentasikan mimpi mereka tentang rencana bisnis kedepan. Rencana Bisnis setiap mitra kemudian dipresentasikan pada hari kedua, di mana profesional dari institusi kunci menyimak danmemberikan pendapatnya. 

Berikut beberapa kesan dan pesan dari ke empat tamu profesional yang hadir:




Ria Ningsih (Executive Secretary at Indonesia Country Coordinating Mechanism (CCM)) 

“Saya senang sekali mendengarkan presentasi dari klinik yang dibantu Angsamerah dan SUM II. Saya melihat ada perbedaan antara satu dengan lainnya, tetapi dengan saling bertemu harapan saya adalah semua bisa masing-masing belajar.”







Ramdani Sirait (Executive Director, Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA)):

“Karena Ibu dan Bapak dapat dikategorikan sebagai NGO, trend partnership adalah kerjasama antara pemerintah, bisnis, dan klinik. Maka tantangannya adalah mencari rekognisi dari pemerintah, sehingga akhirnya dapat mendatangkan perusahaan untuk mendukung … Manfaatkan semua perangkat gadget yang ada karena itu akan menjadi jembatan Bapak/Ibu ke berbagai pihak, terutama di dunia usaha. Agar perusahaan dapat melihat manfaat apabila ia mendanai Bapak/Ibu”



Nurjanah Sulaiman(Kemenkes):

“Beban yang ditanggung bukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi ditanggung sama-sama. Tentunya komunikasi dan koordinasi, mengerti tugas pokok masing-masing, itu akan membantu kita untuk penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Indonesia. Tetap semangat.”

“Saya kira dengan adanya acara seperti ini menjadikan kita kuat. Tetapi dalam menjadikan kuat perlu latihan, di sini Angsamerah menjadi pelatih/trainer. Kita harus kuat agar kita dapat bermitra. Katakanlah kita mau bermitra dengan dunia usaha. Dunia usaha hanya akan melihat apabila kita tampil (mimpi besar). Bermitra jangan hanya untuk sekedar mendapatkan dana. Masing-masing pemerannya harus punya kekuatan.

Terkait pindah lokasi, klinik perlu berhati-hati karena pangsa pasarnya sudah dipegang sendiri. Jangan sampai dengan pindah, maka pangsa pasar ditinggal sehingga harus memulai baru. Kalau menurut saya, jangan tinggalkan populasi kunci yang selama ini dilayani, tetapi seharusnya dibangun terus …

Saya senang sekali bertemu dengan teman-teman dan saya kira banyak potensi-potensi. Jadi saya kira kita perlu bertemu lagi untuk membicarakan apa yang bisa kita lakukan.”

The END? Apakah berakhir sampai di sini saja?

Merujuk pada kesepakatan bersama antara Angsamerah dan ke enam 6 klinik, maka secara formal kegiatan bimbingan teknis dukungan SUMII-USAID telah berakhir di Februari 2015. Namun demikian kerjasama keberlanjutan yang bersifat informal dari setiap individu yang terlibat akan terus diupayakan terpelihara. 

Dari kemitraan kegiatan bimbingan teknis yang di dukung SUMII-USAID, Angsamerah belajar bahwa Tidak ada alasan keterbatasan membuat kita menyerah!
Kemitraan yang terbangun selama tiga bulan akan terus dipelihara secara konsisten dengan berbagai cara pendekatan secara strategis. Melalui kegiatan Angsamerah lainnya, kami akan terus mensosialisasikan mimpi teman-teman dari enam klinik dan berupaya membantu mewujudkannya dengan kapasitas yang kami miliki. Komunikasi dengan KPAN, IBCA, Kemenkes, dan CCM dan organisasi lainnya yang relevan akan terus diupayakan oleh Angsamerah, dan dikomunikasikan dengan sahabat kami di enam klinik.

Kemitraan SUMII-USAID dan Angsamerah, merupakan suatu bentuk kemitraan yang sangat spesial, dan secara mandiri Angsamerah akan terus mensosialisasikan pendekatan strategis yang dilakukan Proyek SUMII-USAID.

Apresiasi kami tak terhingga atas rangkaian kata yang baik yang disuarakan oleh para sahabat dari enam klinik di berbagai kegiatan pada kerja Tim Angsamerah. Salah satu kalimat yang memberikan semangat diekspresikan oleh sahabat Marcell Kooijmans dari Klinik Kalvari, Wamena, Papua di acara lokakarya evaluasi Bimbingan Teknis Angsamerah.

"Kami benar-benar senang sekali dengan pendorongan tim Angsamerah! Pengalaman luar biasa dan jauh berbeda dengan program-program dulu. Walaupun hanya tiga bulan, kami dapat banyak"








Salam semangat perubahan layanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia.
Setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik dan setiap penyedia layanan kesehatan membutuhkan lingkungan yang sehat untuk memampukan mereka mempersembahkan karya terbaik.

Nurlan Silitonga
Angsamerah Institution





Friday, February 20, 2015

KESEMPATAN BERKARIR TEKNISI LABORATORIUM DI KLINIK ANGSAMERAH

Angsamerah adalah institusi dengan lingkungan kerja yang DINAMIS dan FUN untuk seorang profesional untuk dapat terus tumbuh berkarya secara maksimal.

Saat ini kami membutuhkan seorang TENAGA LABORATORIUM, dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Usia maksimal 30 tahun
  2. Pendidikan minimal Sekolah Menengah Kejuruan Analis Kesehatan
  3. Berpengalaman (minimal satu tahun)
  4. Teliti dan tekun
  5. Mampu berbahasa Inggris secara pasif
  6. Menguasai Microsoft Office (Excel, Word, dan Power point)
  7. Pro-aktif, kreatif, dan bisa bekerjasama di dalam tim
  8. Bersedia bekerja dihari Sabtu dan traveling. 
Diskripsi Pekerjaan:
  • Melakukan dan memastikan semua pemeriksaan sampel akurat hasilnya
  • Mengambil sampel darah. 
  • Membuat laporan
CV dikirimkan ke customer@angsamerah.com
www.angsamerah.com

Tuesday, February 10, 2015

Angsamerah Study Tour and Workshop, 12 – 16 January 2015, Jakarta, Indonesia

Angsamerah's workshops rhyme with FUN, Productive Results and Quality

Practical Enrichment; Management of Business Strategy within Private Sector Primary Health Care as Qualified, Friendly, and Affordable Services, with Emphasize on SEX, HIV, and DRUGS services, for 6 SUM II, USAID’s clinic partners”


This activity had been held from 12-16 January 2015, with doctors and management team from 6 implementing partner clinics of USAID-SUM II project (Scaling Up for Most-at-risk Populations), as well as doctors from Community Health Services nearby and Angsamerah Associates serving as the participants. 






The purpose of USAID and Angsamerah collaboration in delivering this technical assistance to those clinics was to improve the capacity of each clinic to organize high-quality, friendly, and affordable healthcare services for the general population, as well as being financially sustainable. The expected output of this Angsamerah Technical Assistance was to help these clinics to serve as innovative models to be followed by the other private clinics thereafter.