They are so amazing!!!
Every moment that we spent to meet and connect is so precious, and fun.
ENGLISH TRANSLATION
Siapa mereka?
Mereka adalah para tim dari 6 klinik Mitra Pelaksana Proyek SUMII yang di danai oleh dana hibah USAID. Ke 6 klinik tersebut tersebar di 6 kota dari Barat hingga Timur negeri kita: Klinik YKB Jakarta Utara, Klinik Gang Sadar LPPSLH Purwokerto, Klinik Griya ASA Semarang, Klinik Keluarga Kita, Batam, Klinik Wisma Terpadu Cendrawasih, Jayapura dan Klinik Kalvari Wamena.
Tim Angsamerah sangat beruntung berkesempatan berkenalan dan bekerja bersama mereka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, serta melihat langsung hasilnya. Bahkan ketika kemitraan proyek usai, kita sepakat untuk terus bersemangat melanjutkan mimpi-mimpi kita, dan berjanji untuk saling mengingatkan dan mendukung untuk mewujudkannya.
Kerjasama Angsamerah dengan mereka secara resmi berawal dari kemitraan antara Angsamerah dan USAID melalui proyek SUMII. Dalam proyek ini, tim dari SUMII mengapresiasi kompetensi Institusi Angsamerah dan mempercayakan kami menjadi salah satu institusi lokal yang dianggap mumpuni memberikan bimbingan teknis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang optimal, termasuk di dalamnya layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif dan berkelanjutan, serta layanan pencegahan, perawatan HIV dan pengobatan antiretroviral (ART) di klinik swasta untuk kelompok populasi kunci. Bagi Angsamerah, sungguh menggembirakan mendapatkan kesempatan seperti ini.
Mengapa mereka dapat dikatakan AMAZING?
Karena sangat menginspirasi menyaksikan dedikasi kerja yang mereka tunjukkan untuk terus bertahan mengupayakan layanan kesehatan yang terbaik dengan segala kesulitan yang mereka hadapi.
Menyaksikan betapa beratnya tantangan yang harus mereka hadapi, ketika ekspektasi layanan kesehatan nan prima dan humanis di masyarakat begitu besar, sementara ketersediaan faktor pendukung pelayanan kesehatan untuk memenuhi ekspetasi tersebut tidak demikian mudahnya ditemukan.
Angsamerah melihat sendiri meskipun tertatih tatih, semangat mereka tidak luntur dan mereka memilki tim yang kompak. Sambil menerima bantuan teknis dari Angsamerah, layanan masih tetap mereka upayakan berjalan, penuh harapan untuk mencapai yang terbaik.
Setelah bimbingan teknis selesai dan dukungan dari SUMII USAID berakhir di akhir Februari 2015, kami yakin layanan mereka ini akan terus melaju, bahkan berlipat menjadi lebih baik lagi. Terlebih lagi setelah adanya penyegaran lewat proses ini dan mereka tahu mereka memiliki sahabat dan jejaring institusi lain yang siap mendukung.
Menyaksikan betapa beratnya tantangan yang harus mereka hadapi, ketika ekspektasi layanan kesehatan nan prima dan humanis di masyarakat begitu besar, sementara ketersediaan faktor pendukung pelayanan kesehatan untuk memenuhi ekspetasi tersebut tidak demikian mudahnya ditemukan.
Angsamerah melihat sendiri meskipun tertatih tatih, semangat mereka tidak luntur dan mereka memilki tim yang kompak. Sambil menerima bantuan teknis dari Angsamerah, layanan masih tetap mereka upayakan berjalan, penuh harapan untuk mencapai yang terbaik.
Setelah bimbingan teknis selesai dan dukungan dari SUMII USAID berakhir di akhir Februari 2015, kami yakin layanan mereka ini akan terus melaju, bahkan berlipat menjadi lebih baik lagi. Terlebih lagi setelah adanya penyegaran lewat proses ini dan mereka tahu mereka memiliki sahabat dan jejaring institusi lain yang siap mendukung.
Ekspetasi layanan kesehatan berkualitas, ramah dan terjangkau dan upaya pemenuhannya, mudah atau sulit ya?
Kita terbiasa penuh percaya diri dan mudah menetapkan goal atau ekspetasi layanan kesehatan yang berkualitas. “Layanan yang berkualitas itu harusnya begini, atau begitu” Ini adalah hal yang baik, sayangnya seringkali kita belum cukup seimbang memperhatikan bahwa dalam realita pemenuhan ekspetasi tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi bila hanya melihatnya secara makro dan sepintas. Pemenuhan tersebut sangat dipengaruhi keberadaan faktor pendukung lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan keseharian, khususnya di layanan kesehatan primer sektor swasta.
Dari pengalaman Angsamerah dalam beberapa tahun berupaya menyediakan layanan “Klinik Impian” yaitu suatu Klinik kesehatan primer paripurna, berkualitas di sektor swasta dengan biaya terjangkau dan juga tidak membuat kami merugi secara ekonomis, kami belajar bahwa upaya tersebut ternyata tidak mudah.
Ketika berbicara upaya memiliki layanan klinik impian, kami di Angsamerah belajar bahwa tantangannya tidak hanya dari aspek klinis tetapi juga elemen non-medis lainnya seperti; pemenuhan kebutuhan klien akan layanan yang ramah, memiliki pekerja yang penuh motivasi dan profesional, keahlian manajemen yang efisien dan efektif termasuk strategi isu marketing, dan masih banyak faktor lainnya.
Selain kompleksitas dalam mengelola berbagai macam elemen penting tersebut, untuk dapat memiliki bisnis usaha layanan kesehatan primer yang sehat, penyedia layanan kesehatan di sektor swasta pun harus menghadapi tantangan besar lain yang umum dijumpai yaitu kemampuan memiliki modal investasi yang mandiri untuk membiayai; a) proses desain pengembangan bisnis, b) inisiasi, c) pemeliharaan kendali mutu kualitas yang terus diperlukan, d) membuat rencana pertumbuhan usaha di masa mendatang dan mendapatkan investasi pembiyaannya.
Ketika berbicara upaya memiliki layanan klinik impian, kami di Angsamerah belajar bahwa tantangannya tidak hanya dari aspek klinis tetapi juga elemen non-medis lainnya seperti; pemenuhan kebutuhan klien akan layanan yang ramah, memiliki pekerja yang penuh motivasi dan profesional, keahlian manajemen yang efisien dan efektif termasuk strategi isu marketing, dan masih banyak faktor lainnya.
Selain kompleksitas dalam mengelola berbagai macam elemen penting tersebut, untuk dapat memiliki bisnis usaha layanan kesehatan primer yang sehat, penyedia layanan kesehatan di sektor swasta pun harus menghadapi tantangan besar lain yang umum dijumpai yaitu kemampuan memiliki modal investasi yang mandiri untuk membiayai; a) proses desain pengembangan bisnis, b) inisiasi, c) pemeliharaan kendali mutu kualitas yang terus diperlukan, d) membuat rencana pertumbuhan usaha di masa mendatang dan mendapatkan investasi pembiyaannya.
Kesemuanya tersebut membuat pembiayaan kesehatan di sektor swasta menjadi mahal untuk dapat dengan mudah disediakan dan dikelola oleh sebagian orang, profesional, pemerhati kesehatan, atau seorang tenaga kesehatan yang mungkin berminat memiliki usaha praktek pribadi atau/dan klinik primer yang sehat, dimana sehat disini diartikan sebagai suatu usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomis bagi penyedia namun bermanfaat juga secara sosial untuk masyarakat luas.
Dalam upaya untuk bertahan, kadang banyak kompromi yang dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan, termasuk kompromi terhadap kualitas klinis menjadi taruhannya. Bila ini terjadi, maka layanan kesehatan yang adapun menjadi sakit.
Namun demikian, dari pembelajaran di lapangan setiap hari, dan melalui proses identifikasi beserta pemutusan masalahnya, Angsamerah mendapatkan pembelajaran menemukan cara-cara strategis yang bisa dilakukan untuk meminalkan pengeluaran kebutuhan biaya secara rasional dengan tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas.
Namun demikian, dari pembelajaran di lapangan setiap hari, dan melalui proses identifikasi beserta pemutusan masalahnya, Angsamerah mendapatkan pembelajaran menemukan cara-cara strategis yang bisa dilakukan untuk meminalkan pengeluaran kebutuhan biaya secara rasional dengan tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas.
Pembelajaran pengalaman dari Angsamerah sendiri pun membutuhkan investasi yang cukup mahal dan memakan waktu. Namun demikian kami belajar bahwa semua ini bisa dihindari atau diminimalkan, sehingga tidak perlu harus dialami oleh seseorang atau kelompok yang ingin membuka usaha praktek pribadi dan klinik primer swasta secara mandiri nan sehat.
We don’t want to give up, kami terus berupaya mencari jalan untuk bisa menyediakannya, karena kami mempercayai misi dari pekerjaan yang dilakukan bermanfaat untuk banyak orang, dan setiap kali satu pekerjaan atau misi terselesaikan kami merasa senang. Kami di Angsamerah percaya hal ini juga yang menjadi penggerak utama yang membuat para sahabat di 6 klinik tersebut mampu terus berjuang tanpa mengenal lelah.
Angsamerah berharap, para sahabat pemerhati kesehatan lainnya melihat Angsamerah menjadi salah satu mitra, atau/dan tim dan bagian dari jejaring mereka untuk berkarya bersama memperluas layanan kesehatan primer berkualitas, ramah dan terjangkau di sektor swasta, khususnya di layanan kesehatan seksualitas, HIV dan drugs di Indonesia.
Angsamerah berharap, para sahabat pemerhati kesehatan lainnya melihat Angsamerah menjadi salah satu mitra, atau/dan tim dan bagian dari jejaring mereka untuk berkarya bersama memperluas layanan kesehatan primer berkualitas, ramah dan terjangkau di sektor swasta, khususnya di layanan kesehatan seksualitas, HIV dan drugs di Indonesia.
3 Bulan kemitraan dengan mereka adalah suatu pengalaman yang sangat berharga, mengapa?
Karena kita belajar bersama, beraksi sesuai dengan kekhususan dan sumber daya yang kita miliki. Semua saling menunjukkan hasil dan memberikan semangat tepuk tangan apresiasi, serta saling membantu bekerja secara tim. Berbagai elemen kunci terjalin secara sinergis. TOTALLY AWESOME!!! Terlebih lagi, kami dapat berbagi mimpi dan saling mendukung untuk bisa menjadikannya. Sebuah draft mimpi yang diwujudkan dalam bentuk business plan-pun terlahirkan dari setiap klinik ikut berbagi mimpi di Angsamerah.
Sesuatu yang sangat berarti bagi Tim Angsamerah ketika menyimak mereka dengan bangga menyampaikan mimpi mereka.
Dream is a powerful resource to start with.
It’s inside of each of us.
No one can steal it, we just have to find and say it loud.
The Magic Number 7 and 3
Tujuh Pembelajaran Berharga dalam Tiga Bulan:
1. We are not ALONE. Ternyata ada orang-orang yang peduli dan tetap terus berjuang bertahan meskipun dengan segala keterbatasannya berupaya memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Yang pasti kami bertujuh memiliki ikatan, dengan harapan ikatan ini terus berkembang merembas, menyentuh dan menggerakkan klinik lain ataupun profesional dan masyarakat umum lainnya.
2. Dana hibah bilateral project bisa sangat bermanfaat menjadi dana pengungkit pembangunan institusi lokal kearah kemandirian, dan pendorong untuk melahirkan semangat berpikir secara inovatif dan berkontribusi mengikis segala elemen yang membuat sesorang bekerja seperti robot. Contohnya proyek seperti SUMII, USAID yang memberikan kesempatan suatu pimpinan institusi lokal mendisain dan bertanggung jawab dalam menyumbangkan keahlian mereka. Semoga saja, pendekatan seperti yang dilakukan SUMII ke Angsamerah bisa kemudian lebih luas diperkenalkan untuk proyek bilateral mendatang.
3. Strategi kemitraan, yang terbangun atas azas keluaran “OUTPUT yang WIN-WIN, sama sama untung” untuk semua pihak, tidak hanya untuk kepentingan kelompok atau institusi tertentu, terefleksikan dengan baik selama pengalaman tiga bulan ini. Istilah tersebut saya kutip dari bapak Marcell dari Klinik Kalvari, Wamena, yang dilontarkan di acara lokakarya evaluasi, Februari 2015.
4. Keterbatasan dana dan waktu yang tersedia untuk dukungan kegiatan bimbingan teknis menjadi mencair dan tidak lagi menjadi penghalang utama ketika ketiga elemen diatas diterapkan. Secara keseluruhan semuanya tetap produktif dan fun.
5. Materi bimbingan teknis yang menyeluruh tidak hanya terpaku pada isu klinis atau program kesehatan masyarakat semata namun menyentuh area lain secara berimbang, seperti berikut;
5. Materi bimbingan teknis yang menyeluruh tidak hanya terpaku pada isu klinis atau program kesehatan masyarakat semata namun menyentuh area lain secara berimbang, seperti berikut;
- Memotivasi mitra atau menunjukkan langsung cara atau solusi praktis untuk melakukan sesuatu yang sederhana dan positif hari ini dengan sumber daya yang ada. Hal ini merupakan suatu keluaran yang sangat signifikan memotivasi tim untuk terus berjuang dengan penuh semangat ke arah kegiatan-kegiatan dan rencana yang lebih besar lagi, termasuk di dalamnya kelahiran keberanian berpikir inovatif. Melalui cara ini kita bisa langsung merasakan dan melihat dampaknya.
- Bentuk relasi, komunikasi serta koordinasi antara pembimbing dan mitra di lapangan yang sistematis, konsisten serta terevaluasi.
- Dokumentasi kegiatan yang aktif di promosikan dalam berbagai media sosial memberikan dampak yang melipatgandakan semangat dan penguatan kerja kemitraan setiap tim yang terlibat.
6. Pendekatan bimbingan dengan menggunakan berbagai cara secara strategis menginspirasi mitra dalam menetapkan keluaran dan bagaimana mencapainya. Berikut berbagai jenis bentuk kegiatan mentoring yang diberikan;
- Melihat langsung contoh sistem yang berjalan.
- Pengayaan di dalam kelas yang mencakup materi dari aspek klinis sampai dengan non medis.
- Bentuk kesepakatan keluaran win-win yang akan dihasilkan dari rencana kegiatan antara tim Angsamerah dan tim klinik, yang memberi ruang pada penetapan prioritas bentuk dukungan diarahkan sesuai kebutuhan penerima/mitra.
- Bentuk bimbingan teknis komprehensif yang dilanjuti langsung ke lapangan/ke klinik dengan variasi dari penguatan tim karakter berorietasi hasil, pengetahuan dan kompetensi medis, sampai dengan manajemen, dan pengelolaan bisnis yang sehat.
- Adanya mekanisme promosi profil individu, institusi, dan rencana goal/impian mereka ke depan, termasuk memperluas jejaring semua mitra yang terlibat.
7. Keterlibatan profesional dari mitra kunci yang relevan dan berkompeten serta mampu membangun semangat kemitraan yang bersifat konstruktif berdampak lebih mengoptimalkan hasil dari kegiatan bimbingan teknis yang sudah berlangsung. Kehadiran para mitra kunci yang profesional tersebut meningkatkan motivasi para tim yang terlibat, dan membuka jalan lebih baik lagi dalam menemukan peluang yang lebih baik. Keterlibatan profesional ini terpenuhi melalui lokakarya evaluasi, di mana pada hari pertama setiap klinik mempresentasikan progres kegiatan yang mereka hasilkan, khususnya perubahan situasi di klinik sebelum dan sesudah mentoring, termasuk pembekalan apa saja yang mereka terima dan bagaimana bimbingan ini bermanfaat untuk sahabat dalam mengelola Klinik mereka. Selain diskusi, peserta dibantu mempersiapkan mempresentasikan mimpi mereka tentang rencana bisnis kedepan. Rencana Bisnis setiap mitra kemudian dipresentasikan pada hari kedua, di mana profesional dari institusi kunci menyimak danmemberikan pendapatnya.
“Saya senang sekali mendengarkan presentasi dari klinik yang dibantu Angsamerah dan SUM II. Saya melihat ada perbedaan antara satu dengan lainnya, tetapi dengan saling bertemu harapan saya adalah semua bisa masing-masing belajar.”
“Karena Ibu dan Bapak dapat dikategorikan sebagai NGO, trend partnership adalah kerjasama antara pemerintah, bisnis, dan klinik. Maka tantangannya adalah mencari rekognisi dari pemerintah, sehingga akhirnya dapat mendatangkan perusahaan untuk mendukung … Manfaatkan semua perangkat gadget yang ada karena itu akan menjadi jembatan Bapak/Ibu ke berbagai pihak, terutama di dunia usaha. Agar perusahaan dapat melihat manfaat apabila ia mendanai Bapak/Ibu”
Nurjanah Sulaiman(Kemenkes):
“Beban yang ditanggung bukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi ditanggung sama-sama. Tentunya komunikasi dan koordinasi, mengerti tugas pokok masing-masing, itu akan membantu kita untuk penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Indonesia. Tetap semangat.”
“Saya kira dengan adanya acara seperti ini menjadikan kita kuat. Tetapi dalam menjadikan kuat perlu latihan, di sini Angsamerah menjadi pelatih/trainer. Kita harus kuat agar kita dapat bermitra. Katakanlah kita mau bermitra dengan dunia usaha. Dunia usaha hanya akan melihat apabila kita tampil (mimpi besar). Bermitra jangan hanya untuk sekedar mendapatkan dana. Masing-masing pemerannya harus punya kekuatan.
Terkait pindah lokasi, klinik perlu berhati-hati karena pangsa pasarnya sudah dipegang sendiri. Jangan sampai dengan pindah, maka pangsa pasar ditinggal sehingga harus memulai baru. Kalau menurut saya, jangan tinggalkan populasi kunci yang selama ini dilayani, tetapi seharusnya dibangun terus …
Saya senang sekali bertemu dengan teman-teman dan saya kira banyak potensi-potensi. Jadi saya kira kita perlu bertemu lagi untuk membicarakan apa yang bisa kita lakukan.”
Terkait pindah lokasi, klinik perlu berhati-hati karena pangsa pasarnya sudah dipegang sendiri. Jangan sampai dengan pindah, maka pangsa pasar ditinggal sehingga harus memulai baru. Kalau menurut saya, jangan tinggalkan populasi kunci yang selama ini dilayani, tetapi seharusnya dibangun terus …
Saya senang sekali bertemu dengan teman-teman dan saya kira banyak potensi-potensi. Jadi saya kira kita perlu bertemu lagi untuk membicarakan apa yang bisa kita lakukan.”
The END? Apakah berakhir sampai di sini saja?
Merujuk pada kesepakatan bersama antara Angsamerah dan ke enam 6 klinik, maka secara formal kegiatan bimbingan teknis dukungan SUMII-USAID telah berakhir di Februari 2015. Namun demikian kerjasama keberlanjutan yang bersifat informal dari setiap individu yang terlibat akan terus diupayakan terpelihara.
Dari kemitraan kegiatan bimbingan teknis yang di dukung SUMII-USAID, Angsamerah belajar bahwa Tidak ada alasan keterbatasan membuat kita menyerah!
Kemitraan yang terbangun selama tiga bulan akan terus dipelihara secara konsisten dengan berbagai cara pendekatan secara strategis. Melalui kegiatan Angsamerah lainnya, kami akan terus mensosialisasikan mimpi teman-teman dari enam klinik dan berupaya membantu mewujudkannya dengan kapasitas yang kami miliki. Komunikasi dengan KPAN, IBCA, Kemenkes, dan CCM dan organisasi lainnya yang relevan akan terus diupayakan oleh Angsamerah, dan dikomunikasikan dengan sahabat kami di enam klinik.
Kemitraan yang terbangun selama tiga bulan akan terus dipelihara secara konsisten dengan berbagai cara pendekatan secara strategis. Melalui kegiatan Angsamerah lainnya, kami akan terus mensosialisasikan mimpi teman-teman dari enam klinik dan berupaya membantu mewujudkannya dengan kapasitas yang kami miliki. Komunikasi dengan KPAN, IBCA, Kemenkes, dan CCM dan organisasi lainnya yang relevan akan terus diupayakan oleh Angsamerah, dan dikomunikasikan dengan sahabat kami di enam klinik.
Kemitraan SUMII-USAID dan Angsamerah, merupakan suatu bentuk kemitraan yang sangat spesial, dan secara mandiri Angsamerah akan terus mensosialisasikan pendekatan strategis yang dilakukan Proyek SUMII-USAID.
Apresiasi kami tak terhingga atas rangkaian kata yang baik yang disuarakan oleh para sahabat dari enam klinik di berbagai kegiatan pada kerja Tim Angsamerah. Salah satu kalimat yang memberikan semangat diekspresikan oleh sahabat Marcell Kooijmans dari Klinik Kalvari, Wamena, Papua di acara lokakarya evaluasi Bimbingan Teknis Angsamerah.
Setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik dan setiap penyedia layanan kesehatan membutuhkan lingkungan yang sehat untuk memampukan mereka mempersembahkan karya terbaik.
Nurlan Silitonga
Angsamerah Institution
































